Tidak jarang kita mengenakan helm untuk bepergian, terutama ketika naik motor. Kita punya banyak keuntungan seperti : muka jelek tak terlihat, bikin rambut ketombean, dan membuat sudut pandang yang baru. Saya sebagai penulis sering membayangkan apabila seumur hidup orang harus mengenakan helm untuk pergi kemana saja. Kita akan punya sudut pandang yang baru, menyundul bola bukan hal yang susah, dan batok kelapa bisa jadi pengganti kalau kita lagi liburan ke pantai, tapi harus tetap dikenakan di kepala. Pikiran yang aneh, tapi tanpa mengurangi rasa hormat terhadap pembuat helm, entah helm power rangers atau helm biasa, menurut penulis, helm adalah ide brilian yang kurang lama dipakai dalam kehidupan sehari - hari.
Kemudian kita pasti sering berhadapan dengan jendela. Jendela adalah kreasi manusia paling jenius dan menggelegar dalam sejarah kehidupan. Tahu mengapa? Karena pemandangan yang dihasilkan lewat jendela kadang lebih unik, menunjukkan keindahan yang jauh dan hati - hati. Karena kita tidak langsung melihat panorama, tapi dibatasi oleh jendela. Dan satu lagi hal yang sangat menarik adalah jendela mobil, saat kita menjadi penumpang dan keadaan sedang hujan, air akan melekat bergantian di kaca jendela, rasanya kita seperti di dalam kepompong kehujanan tanpa harus menjadi basah. Seperti kata pepatah, "buku adalah jendela dunia". Mengapa bukan pintu ataupun langit - langit? Karena buku merupakan pengetahuan yang sifatnya sekedar pandangan, maka disebutlah jendela.
Ada beberapa sudut pandang dalam artian pandangan yang sesungguhnya yang ingin penulis coba raih dalam seumur hidup ini. Kita belum pernah merasakan penjara bukan? Iya diharapkan belum, atau pembaca di sini adalah tukang perkosa atau maling tulang belakang ayam. Penulis ingin melihat pemandangan dari kacamata garis garis milik artis pop, karena penulis belum pernah mencoba hal tersebut. Pemandangan dari jeruji penjara, pemandangan dari mata elang, dan pemandangan dari mata penulis yang telah berkurang minusnya.
Kata kata mutiara hari ini :
"Manusia lebih suka mengeluh daripada bersyukur, jika dapat hal tidak enak ditambah dengan perasaan tidak enak maka hasilnya dua perasaan tidak enak. Kalau dapat hal tidak enak ditambah dengan perasaan enak hasilnya netral. Kalau tidak melakukan apa - apa saja mengeluh, tidak dapat apa - apa saja mengeluh, kapan mau memperindah hidup sendiri?"
No comments:
Post a Comment