"Remaja cenderung memandang kehidupan melalui kaca berwarna merah jambu, Ia melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya, terlebih dalam hal cita - cita. Cita - cita yang tidak realistik ini, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi keluarga dan teman temannya, menyebabkan meningginya emosi yang merupakan ciri dari awal masa remaja. Semakin tidak realistik cita citanya. semakin ia marah"
Gw dipinjemin buku psikologi perkembangan sama guru konseling gw yang ada di sekolah, yang namanya menarik, tuh buku menarik banget. Ternyata seabstrak2nya orang, setiap orang masih dapat ditemukan pola pola yang sedikit demi sedikit bisa ditarik benang merahnya. Dan di buku ini juga dijelaskan betapa simpel sekaligus kompleks kebahagiaan itu sendiri.
Rasa tenang dan nyaman, melihat orang yang disayang berbahagia, hidup tanpa trauma merupakan ciri kebahagiaan tingkat pertama, dan bla bla bla. Betapa remaja ingin sama di dalam suatu kelompok, mengatasnamakan bersama. Dan betapa suatu individu dewasa mulai membentuk karakternya penuh dengan ciri khas.
Kenapa remaja umumnya setia terhadap pasangannya, karena memang mereka membutuhkan teman yang selalu ada untuk mereka, untuk menjauhkan mereka dari rasa panik dan takut akan kesepian. dari anak kecil sampai manula punya tingkat masalah dan kecendrungan untuk melambat atau bertambah cepat pertumbuhan mentalnya. Sungguh buku yang keren, dan gw ngantuk banget.
No comments:
Post a Comment