Mungkin seseorang ini tidak akan pernah menjadi sesuatu yang lebih di hidup gw. Dan gw hanya bisa menceritakan orang ini, sekedar menceritakan tentang dia, dan gw atau dia tidak akan pernah menjadi suatu cerita.
Sebut saja Q,
Sudah lama gw kenal, wajahnya mirip dengan kucing, tubuhnya mungil seadanya, satu tahun lebih muda, dan unik sekali dari cara berpakaian dan bertingkah laku. Seolah dia adalah lampu disko, seorang wanita yang begitu gemerlap, namun kesenggol dikit akan pecah, dan ketika kita ingin mengenal benda ini, hanya akan terlihat pantulan wajah kita sendiri, dan kita justru malah lebih mengenal diri kita sendiri.
Ya, sebagai teman ngobrol di dunia nyata maupun dunia maya, gw mengakui bahwa Q bagai lorong panjang tanpa akhir dengan lampu oranye dan kursi di sekitarnya, begitu nyaman dan tiada melelahkan. Seperti potongan kepingan puzzle yang menemukan gambarnya sedikit demi sedikit, itu yang gw rasa ketika gw bicara dengan Q.
Cara dia menyapa, salam ataupun tos seperti wanita riang yang penuh tanda tanya, dan cara dia memberikan impresi akhir ketika perpisahan. Q tidak akan bisa lepas dari pikiran gw, tapi mustahil rasanya.
Terlalu rumit untuk melanjutkan, terlalu pahit untuk dieksekusi, mungkin di dunia lain, ketika semuanya tidak terlalu kompleks seperti ini, kita akan berdansa di ibukota prancis, Q dengan dress hitamnya dan gw dengan kemeja putih tanpa dasi. Mungkin, di dunia lain, tapi bukan sekarang, bukan di masa depan, terlalu rumit untuk dilaksanakan bukan?
Maaf ya postnya galau banget, kalau gak nulis di sini, gak tau lagi mau cerita ke siapa ;)
1 comment:
unyu bgtttt
Post a Comment