Selamat malam pemirsa, masih dengan saya, penulis paling tampan yang pernah ada di galaksi bimasakti ini.
Tadi, sebelum saya masuk ke studio ini, saya kan naik angkot pemirsa, saya duduk di samping orang buta. Kasian sekali, dia ragu ragu mau bayar angkot, ngeraba raba tasnya untuk ngambil minum, dan saat dikasih kembalian uangpun dia tidak sempat mengecek dan merabanya. Saya sungguh tidak tega pemirsa. Namun dia masih saja bersikeras untuk pergi kesana sini, entah meminta uang atau bekerja sebagai tukang pijit, tapi saya salut.
Jika dibandingkan saya sendiri pemirsa, saya hanyalah tukang komplain, mata minus nambah dikit langsung kesel, gak sabar buat LASIK atau cari pengobatan alternatif, lah ini orang ada yang buta. Jika saya jadi dia pemirsa, saya belum tentu bisa hidup sampai paruh baya begitu. Jika saya diberi kebutaan sekarang, pasti saya langsung solat, dan minta izin ke Tuhan untuk bunuh diri.
Ya memang, bayangkan saja, kita yang sudah sempurna kayak gini kadang kadang suka mengeluh terhadap hal kecil seperti tahi lalat di tempat yang tidak pas, ukuran hidung yang tidak mancung, dan pantat yang tidak berisi. Sudah untung Tuhan masih mempertahankan itu semua, jika satu detik kemudian penglihatan kalian dicabut bagaimana? Apakah pemirsa siap?
Tadi saya langsung terbengong bengong melihat orang buta itu. Benar benar sendirian, tongkat penuntunnya pun bukan tongkat yang bagus, lebih mirip tiang jemuran yang dicopot dari tempatnya. Rasanya ingin bantu, tapi apa daya, saya tidak pernah berani untuk berbuat apa apa. Ah kasian, dan rasa kasian ini tidak akan berguna jika tidak dijadikan rasa syukur untuk diri sendiri dan peringatan sudah betapa banyak yang diberikan.
Kebanyakan meminta, kebanyakan mau mendapat banyak, padahal memberi bantuan ke orang lain saja kalau ada maunya saja. Aduh aduh, saya merasa seperti orang paling rendah di dunia ini pemirsa, bagaimana ini dong?
Saya saat ini merasa lebih buta dari orang buta. Karena orang buta sendiri bisa melihat apa yang akan ia lakukan tanpa mata, dan saya hanya melihat tembok besar yang menghalangi keinginan saya, bahkan setelah melewati tembok itu saya tetap tidak tahu mesti kemana. Bagaimana dong pemirsa? Jika ada saran, langsung kirim sarannya di bawah ini. Komen dongggg, ga ada yang baca blog saya ya? Aduh jadi sedih.
2 comments:
ini dibaca kok blog nya. makannya makan wortel biar mata nya sehat hahahaha
:')
Post a Comment