Sunday, February 20, 2011

gagal menjadi diri sendiri

Situs pertemanan membuat banyak dari kita gagal menjadi diri sendiri, bagaimana tidak, berusaha menciptakan imej dengan jumlah teman di atas 1000, foto di tempat tempat yang konon bakal menaikkan derajat sosial, dan menciptakan imej yang sudah diotak atik berkali sebagai foto utama, dangkal sekali. Karena kita terdengar seperti dikendalikan fasilitas ketimbang menggunakannya, waktu produktif kita dicuri.

Terutama wanita sih yang menjadi korban penciptaan imej dunia maya ini, karena wanita senang dengan hal hal membingungkan, sedangkan pria senang dengan hal yang bisa dirasakan secara fisik.

Tapi bagaimanapun juga, gw sendiri masih labil asyik juga sih, tapi gw tak sekedar mengambil informasi yang ada, gw terus mencerna, mencari bahan bahan yang pas hingga otak gw terpenuhi oleh hal yang gw inginkan, bukannya sekedar menerima informasi yang disajikan, disarankan kalian juga seperti itu, karena banyak remaja sekarang yang pengetahuan umumnya sejenis semua, jika tidak soal musik indie, fashion, dan teori konspirasi.

Generasi muda sekarang yang dihadiahi orang tua yang lebih berkecukupan, segala penemuan teknologi telah ditemukan harusnya memanfaatkan keadaan ini. Walau globalisasi yang bagai pedang bermata dua, kadang bisa menjajah, kadang bisa dipakai sebagai alat untuk belajar banyak dari negara lain dan menyusupi perusahaan asing. Ironisnya, visi mereka hanya sampai di galau, pacaran, adu eksistensi di suatu komunitas semu.

Kita sedang diberi anugerah, namun karena otak kita tidak cukup kapasitasnya, ini terlihat seperti musibah yang sedang ditumpuk. Anak muda, ayo kita rubah kebiasaan kita ini, mari perbaiki visinya, entah mau menjadi orang yang lebih nasionalis, mengedepankan teknologi, sepakbola, atau apapun itu, visi ke depannya harus ada minimal. Berubah, yuk?

No comments: