Kita lihat si tuan ikan ini tiduran, terlihat enak dimakan nampaknya, tapi apakah enak ketika ia masih berbentuk tepung? Tentu saja enak bagi orang yang suka gadoin tepung, sayangnya penulis cuman suka gadoin susu bubuk coklat. Sesuatu itu akan lebih enak dimakan ketika kita menabung untuk membelinya, menunggu proses pemasakannya dengan mata kepala sendiri dan bukan mata kepala orang lain. Sampai pada akhirnya rasa lapar kita memuncak dan nilai makanan akan jauh lebih tinggi dari yang seharusnya.
Sama ketika kita mau akan sesuatu, menunggu penuh harap setiap harinya, pura2 untuk tidak ngarep padahal di dalem hati ngotot banget pengen punya itu barang, dan akhirnya kita bisa dapet itu barang (padahal barang yang dimau cuman pampers). Gw mengumpamakan Tuhan sebagai orang tua, kita bisa seenaknya minta, tapi tanggung jawab harus tetep ada. Jadi kalau bocah umur 7 tahun laki laki minta boneka barbie ke orang tuanya, boleh dong orang tuanya penasaran dan mempertimbangkan, siapa tahu tujuannya cuman untuk ditelanjangi dan diadu sama boneka robocop, nauzubilaminzalik.
Bukan berarti kita tidak boleh minta sesuatu yang lebih dari hak kita, tapi setidaknya sambil menunggu Tuhan reply dari doa kita, kita bisa berubah jadi orang yang lebih baik. Misalnya berdoa mau punya pacar cantik, seksi, bohai, pantatnya gede, dan seksi banget lah kayak seksi kesehatan. Kita gak akan pernah dapat itu kalau dari awalnya tujuannya jelek, buat dielus2 lah kayak kucing, atau buat disetrika punggungnya. Kita harus jadi baik untuk mendapat sesuatu yang baik, dan caranya gak gampang. Sama kayak cerita sayembara2 di negri dongeng yang ada di indosiar ataupun tpi, semua harus kerja keras dan butuh waktu.
Banyak orang yang cerita sama gw, mau punya pacar, mau punya mobil, dan rata2 orang yang ngomong itu orang baik. Tapi memang selalu ada rencana di balik rencana, kita harus pintar2 membaca kondisi yang berada di sekitar kita, pokoknya jangan pernah negative thinking sama doa sendiri. Kalau berdoa aja udah negative thinking, apa yang didoain? Ujung2nya kita bakalan minta dicabut nyawanya biar cobaan idup cepet selesai. Dan itu agak2 tingkah laku remaja sekarang, yang nulis di msn "mending gw mati aja kalo gini caranya". Ckckck, jangan begitu lah, ibaratnya itu, anda sedang digoreng dan diberi garam biar nanti saat anda sampai ke lingkup masyarakat, anda sudah siap saji, dan bisa bergaul dengan baik.
Jadi bagi yang sekarang menunggu doanya dijawab, atau sekedar nunggu sayur kangkungnya mateng, jangan pernah menjadi kelam sebelum melewati asap, jangan pernah lelah sebelum treadmill, hidup itu modal semangat saja sudah beres kok, liat aja tukang becak, sehat dan nyengir melulu kan? Ciao friendsssss

No comments:
Post a Comment