Friday, August 05, 2011

generasi muda?

Seiring dengan bagaimana kita melihat tayangan televisi yang tidak edukatif, kekasaran fisik, dan sexual harassment yang dianggap biasa saja, kita bisa memprediksi generasi apa yang akan lahir dari segala pembodohan ini, ya, tepat, generasi bodoh.

Suatu channel televisi asik menyiarkan sinetron berbau remajanya, atau acara dengan tipe lenong dan segala kekerasannya, dan yang tidak kalah penting channel berita yang tidak hentinya menayangkan keburukan pemerintah.

Waktu gw SMA, gw melakukan karya tulis yang berhubungan dengan psikologi anak, yang membuat gw mempelajari bahwa apapun yang dilihat seorang anak, akan mempengaruhi pikirannya, ya seorang anak akan mengalami rangsangan untuk berpikir dari kemampuan visualnya, anak akan mulai mengerti hal yang disebut common sense atau simpelnya, etika.

Generasi gw sendiri termasuk generasi yang beruntung, karena dulu dari senin sampai minggu selalu ada kartun di jam jam tertentu, entah malam, atau magrib, dan kartun yang diberikan merupakan kartun kartun jepang ataupun pahlawan pahlawan yang masih memiliki nilai moral kebajikan ataupun kebenaran. Jika dibandingkan dengan tayangan untuk anak sekarang, tidak heran sekarang kita sering jumpai banyak anak kecil yang menyebalkan dan susah diatur.

Karena biasanya setiap hari sabtu dan minggu pagi akan SELALU ditayangkan film kartun, bahkan semua channel tv menyiarkan kartun di pagi hari. Terlepas mendidik atau tidak, yang pasti kartun 'identik' (walau tidak semuanya) dengan anak kecil. Dan acara acara macam itu telah ditarik, dan digantikan dengan acara sinetron atau FTV dengan simbol simbol hedonistik dan segala budaya yang kebarat baratan. Kartun, yang kita pikir merupakan hal yang biasa saja, setidaknya jauh lebih baik dari sinetron.

Alam bawah sadar anak yang dibentuk oleh media, media, dan media. Akhirnya si anak mengalami fase meniru apa yang ia lihat, ini merupakan hal yang pasti terjadi, bahkan akan tetap terjadi meskipun orang tua mengingatkannya, karena apa yang mereka lihat adalah fakta pertama yang mereka dapat, bukan perkataan dari orang tua mereka yang akan mereka dengar.

Dan acara acara tv yang menunjukkan sexual harassment, menggoda seorang wanita seolah dia adalah wanita yang murah telah banyak ditiru oleh generasi ANAK KECIL sekarang, karena ya, gw melihatnya dengan mata kepala gw sendiri. Anak kecil sudah bisa menggoda kakak wanita yang cantik, bertanya apakah boleh melihatnya telanjang, dan hal ini sudah biasa.

Humor slapstick, dengan membanting banting styrofoam di depan wajah seseorang.... Dan penayangannya di jam prime time, tidakkah kita tahu bahwa ini menunjukkan bagaimana orang dewasa bertindak ? Kapan kita akan sadar dengan ini semua? KAPAN?

Dan yang terakhir, media dan politik.

Kenapa mereka terus memojokkan pemerintah, memojokkan wakil dari kita sendiri, memojokkan refleksi dari rakyat indonesia, yang juga berarti memojokkan diri kita sendiri, kenapa? Kenapa kita memaksakan orang yang menjadi refleksi kita berubah, karena kita terlihat seperti orang yang memarahi diri kita sendiri di depan kaca.

Gw tidak pernah menginginkan perubahan yang radikal, kita bersama sama ngotot bikin sekolah gratis atau apa, kita bikin organisasi perubahan dunia yang berujung berisikan anak anak yang tidak jelas visinya, karena kita memang tidak membutuhkan itu. Kita hanya butuh sedikit kesadaran, karena banyak dari kita yang secara tidak sadar kita ikut memperburuk keadaan, 'berpikir bahwa pemerintah sekarang harus diturunkan' pun merupakan suatu hal yang memperburuk keadaan, karena itu menunjukkan betapa kita tidak puas atas yang diberikan oleh orang lain, sementara kita? Hanya bicara.

Sekali lagi, tidak pernah ada yang menuntut anda untuk memperbaiki dunia seperti Obama, seperti orang orang hebat zaman dulu lainnya, tidak usah seidealis itu, tidak usah meribetkan dunia dengan deklarasi perdamaian atau apa, biarlah dunia ini apa adanya, tapi....

Jadilah perubahan itu sendiri, tidak harus membuatnya, jadilah.... Bersama sama, kecil kecilan sekali, konsisten, dan efektif. Jika ada anak kecil menonton hal yang seronok, kita larang mereka, kita tegur mereka, jika ada tayangan tayangan yang buruk di televisi, matikanlah. Tayangan itu terus bertahan karena kita tetap menontonnya, bukan media yang mengendalikan kita, tapi sebaliknya, namun secara tidak sadar.

Tidak usah merubah dunia, tidak ada yang perlu diubah, jadilah anak anak muda yang baik, orang tua yang mau mendengar, belajarlah dengan rajin tanpa berbuat curang, jika anda adalah susu setitik di dalam sebelangga, jadilah, jadilah perubahan itu sendiri. Tidak usah muluk muluk turunkan segala macam pemerintahan, berganti dari demokrasi ke komunis, dari kapitalis ke sosialis, itu tidak perlu. Itu hanya deklarasi saja, semuanya kembali ke kita masing masing.

Dan suatu hari kita yang berjalan ke arah yang benarlah yang menggantikan pemerintahan tersebut, dan pada saat itu, seluruh orang sudah berbuat dan belajar sebaik baiknya. Karena perubahan tidak bisa dipikul perseorangan, tapi jutaan, milyaran manusia.

Semoga bisa membuka mata hati telinga kalian, ciao.

No comments: