Di dunia ini banyak hal yang sebenarnya di luar kemampuan kita, contohnya seperti : jodoh, rejeki, kapan kita mati, kesehatan, dan cobaan yang terus memberikan baku hantam. Kita sebagai manusia sebenarnya cuman bisa berusaha, penentuan tetap saja milik Tuhan.
Yang kita bisa obrak abrik di dunia ini hanyalah di dimensi usaha, dimensi hasil adalah milik Tuhan. Jika kita berkonsentrasi di dimensi usaha secara gila gilaan, maka dimensi hasil mungkin akan sesuai dimensi usaha. Tapi jika kita berkonsentrasi untuk dimensi hasil yang akan kita raih, maka yang datang adalah nihil, hanyalah kegelisahan tanpa hasil.
Manfaat dari doa ataupun beribadah itu sendiri sebenarnya hanya untuk memberi ruang keseimbangan di pikiran kita. Karena bila kita berusaha sangat keras, dan tidak ada ruang untuk menaruh harapan, akhirnya harapan kita berada di kepala kita, dan kita menuntut dimensi hasil yang sebenarnya bukan kuasa kita, sehingga tak jarang orang menjadi lebih mudah putus asa.
Mengapa Tuhan menciptakan sifat menyerah di manusia? Karena memang ada kalanya kita untuk menyerahkan harapan kita, karena memang tidak ada hubungannya dengan kita, yang kita perlu lakukan hanyalah berusaha, kalau ingin berharap jangan berharap ke dunia, karena dunia tidak pernah sesuai dengan apa yang kita inginkan. Maka dari itu, serahkanlah harapan yang terus menggantung, agar kalian juga bisa berkonsentrasi lebih dalam terhadap usahanya.
Hidup ini sulit bagi yang terus berharap, bagi yang terus menunggu pertolongan, apalagi bagi yang melakukan kedua itu tanpa berdoa ataupun beribadah. Tapi hidup akan jauh lebih ringan ketika kita berusaha namun menyerahkan hasilnya kepada Yang-diatas.
Serahkanlah harapanmu, jangan kau simpan di lubuk hatimu.
No comments:
Post a Comment