Gw lagi mengamati arah perkembangan temen2 gw, anak SMA yang lagi nyari tempat selanjutnya untuk meniti pendidikan atau bisa sekalian cari karir2 iseng. Beberapa mereka nyari tempat kuliah yang extraordinary for them dengan fasilitas yang luar biasa, beberapa dari mereka cari tempat kuliah yang lingkungannya dikelilingi oleh smart people, but not so ordinary place, and their facilities just fine, dan yang terakhir adalah temen2 gw yang think wayyy too far from ordinary, they're just not daily standard people.
Dan gw rangkum lagi, gw kerucutkan per poin. Ada orang yang mencari tempat kuliah dengan fasilitas luar biasa, gedung yang luar biasa, dan memang diperlukan biaya mahal. Ada juga orang yang mencari tempat kuliah yang biasa aja, tapi yang masuk sana setengah mati, dan isinya orang rajin dan kepinteran, dan biayanya ga mahal2 amat. Tapi yang terakhir, cuman ada orang yang ngmg "ya i don't care what future brings, i only care with my thought, i must think further everyday, and this will take me closer to success". Dia mengandalkan pola pikirnya yang beda, dan ga terlalu peduli ntar dia kuliah di mana.
Karena gosip perkuliahan sudah tersebar kemana mana, ada swasta yang bagus tapi susah nyari kerja kalo emang bonyok ga punya perusahaan, ada negri yang katanya kalo udah lulus bakal jadi orang biasa2 aja. Akhirnya we end up without solution, and talking nonsense.
Mungkin yang membuat kita jadi biasa aja, karena kita ditempatkan di sekolah yang kurikulumnya ga jauh beda, ditempatkan di tempat bimbel yang ga jauh beda, dan setiap malem kita harus ngulang pelajaran, menghafal, latian matematik yang bikin otak rusak. Dan kita jadi fokus sama hal jangka pendek ketimbang hal yang dampaknya lebih panjang. We're not talking 4 years later what will you be, it's more like what you'll give to this world. Ga cuman dapet gaji doang, be conservative, moderate people that scared with people's opinion. Kalo gitu buat apa buang buang duit untuk jadi orang biasa.
Terserah lah mau masuk swasta atau negri, mau di dalam atau di luar negri. Asal pikiran kita tetap kritis, jauh, yang dipikirin bukan uang untuk konsumsi masa depan terus, kreatif dikit lah, udah banyak orang pinter, udah banyak orang baik. Be creative not consumptive. Kalo yang dipikirin duit melulu, yang maju di negara cuman bidang2 makro, yg mikro yg sebenernya jauh lebih berguna malah ga keurus. Mana ada orang tua sekarang bolehin anaknya jadi pelukis? Pemain bola?
Yang bisa kita temuin di mall cuman orang orang itu doang
Yang bisa belanja banyak cuman orang orang itu doang
Yang kaya makin kaya
Yang miskin makin miskin
Kalau yang miskin yang dipikirin malah buat beli blackberry
Bukan untuk bikin handphone atau apapun
Yang tua kaya korupsi
Yang muda kaya foya foya
Bakal makin miskin nih negara
No comments:
Post a Comment