di luar, aku meringkuk meliuk liuk mencari cahaya. pagi seperti bukan pagi, aku seperti pesan tanpa tujuan. kemudian hadir kebisuan seseorang, hanya dengan melihatnya seolah dia sudah bercerita berulang kali hanya dengan tatap mata kosongnya. atau hanya sekedar penerkaan semata, mengarang cerita dari yang ada. dan sekitar 15 detik sebelum tatapannya berakhir, yang tersisa hanya kata yang tergambar dari sorotnya.
sulit bagiku mempertimbangkan yang benar adanya atau hanya berada di dalam pikirku belaka, karena bagiku aku terlalu sering mencampurkan keduanya, untuk mengusir sepi lantaran tiada kawan dekatku. aku mulai mengumpulkan kenanganku, menyusunnya, dan mengubahnya. dan hasilnya hanyalah keheningan tiada tara menusukku. aku takut untuk memulainya lagi
No comments:
Post a Comment