orang berlalu lalang tanpa tanda pengenal
langkah jadi tak terdengar karena ramai
jalan perkotaan lebih sulit disebrangi
ketimbang lautan
lembar kertas berterbangan
meliuk melengkung menabrakan ke udara nyata
kertas bersahabat dekat
dengan yang paling dingin dan dengan ketiadaan
mataku merah, kian parah
entah debu atau pikiran yang membuat seperti ini
lampu berkelap kelip, tapi buram
air menggenang di pelupuk mata
tidak hujan, mengapa dingin
orang mericuh mengganggu
yang tidak tahu bertingkah seperti tahu
andai mereka bungkam
lurus, satu arah, dan salah
terlalu jauh dan semakin jauh
aku salah melangkah
muak
menjadi bajingan sementara
untuk istirahat yang sunyi senyap
atau malah selamanya
namun tiada bakat untuknya
di dalam atau di luar
diikat atau tidak
dingin atau panas
benar atau salah, tunjukkan aku
No comments:
Post a Comment