Dengan suhu tinggi ini kegilaan gw suka kambuh, gw kalo duduk di kursi belajar gitu pasti kepala gw jadi pusing banget, jadinya harus mundar mandir di kelas. Terus suka bersin dan sesekali isi hidung gw suka keluar kemana mana, mungkin udah saatnya gw dikembalikan ke kebun binatang dan mulai syuting kembali di animal planet karena kelakuan gw udh kayak kuda yang suka bersin sembarangan. Dan jarak tempuh kelas gw ke toilet jadi bagai jarak antar galaksi, ya lebay sekali sekali gak dosa kan.
Kesibukan gw meningkat nih, pulang sekolah udah capek. Kadang suka ketiduran, padahal mau telponan. Apalagi sekarang gw sakit, kerjaannya cuman masuk selimut terus pura pura jadi risol. Ya ternyata sakit punya keuntungan juga, gw jadi dirawat sama nyokap dan bokap gw, udah lama gak diurusin, biasanya dilepas di hutan belantara tapi akhirnya dirawat juga. Tapi gw pengen telponan jadi gak bisa, padahal kan q k9n dYa s@nG4dHh,,halah halah. Cengkraman alay dan penggunaan perbendaharaan kata yang sangat menggemaskan dan imut dalam skala ekstrim sudah tidak patut dipergunakan nampaknya. Sekarang kata kata bukan lagi menjadi penyampaian komunikasi yang baik, isyarat jauh lebih baik. Contoh : buka celana, untuk mengungkapkan rasa kasih sayang; lidah menjulur, untuk menunjukkan betapa kau menginginkan dia jadi pacarmu. Jadi klo mau nembak cwek, buka celana aja sama julurin lidah sambil jerit jerit.
Sekarang udah jam 11 malem, mungkin udah saatnya gw tidur, nanti post yg banyak nih. Doain aja internetnya gak suka molor, klo emang internet di rumah rusak, gw bakal ke warnet kok. Sekalian cari temen bocah warnet yang suka buka situs bokep sambil ngelap ingus sampe bajunya yang tadinya putih jadi ijo semua (kyk tie dye aja). Yaudah see you later.
Untuk mengungkap apa yang aku rasakan, betapa gelap dan dalam pikiranku. Mengikuti arah mata angin dan tersesat sesekali, jatuh puluhan kali, dan menangis ratusan kali. Tanda bahwa mata sudah terukir, dan air yang menetes dari sana sudah mengering sebelum seseorang datang untuk menghiburnya. Suara yang perlahan dikumandangkan, betapa cepat waktu berputar, dan lingkungan yang begitu membosankan. Aku ingin mengenang senyum dan tawaku setiap harinya, merekam dan memutarnya sesaat sebelum tidur. Betapa sulitnya hidup, atau aku yang terlalu menyukai tantangan?
No comments:
Post a Comment